Jum. Mei 27th, 2022

PENYALURAN BLT DD TAHAP III BLT BANSUS DAN BUMDES DI KABUPATEN CILACAP

PENYALURAN BLT DD TAHAP III BLT BANSUS DAN BUMDES

DI KABUPATEN CILACAP

          Mulai tanggal 13 Juli sampai dengan 20 Juli 2020 telah dicairkan kepada Penerima Manfaat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan Bantuan Langsunng Tunai Bantuan kepada pemerintah Desa yang bersifat khusus (BLT Bansus) atau BLT dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dalam pencairan BLT DD kali ini memang dibarengkan dengan BLT Bansus, ada sedikit perbedaan dalam penyaluran yaitu kalau BLT DD KPM menerima Rp. 600.000,- setiap bulan sedangkan Penerima Manfaat dari BLT Bansus menerima Rp. 1.800.000,- . Itu dikarenakan penerima manfaat menerima 3 kali tapi dibayarkan langsung yang artinya 600.000 X 3 Bulan = Rp. 1.800.000,-. Sasaran dari KPM dari BLT Bansus adalah mereka yang terdampak Pandemi Cov id-19 ini yang tercecer belum menerima bantuan dari manapun baik itu dari Pemerintah Pusat ataupun dari Pemerintah Provinsi.

Dengan perincian Rekap Penyaluran BLT BANSUS sd tgl 20 Juli 2020 : Jumlah Desa yang telah tersalurkan BLT BANSUS sejumlah  222 Desa tersebar di 21 Kecamatan dan di terima oleh KPM terdaftar 4.836 dari 4.874 yang terdaftar dengan dana yang telah disalurkan sebesar Rp. 8.704.800.000,-, sedang 38 orang belum mengambil Bantuan tersebut karena beberapa hal, misalnya yang bersangkutan sedanng berada diluar kota dan tidak ada yang bisa dikuasakan oleh si penerima, penerima menerima bantuan sosial yang lain atau dobel bantuan ada juga penerima yang mau mengambil langsung di Bank Jateng dilain hari.

Sedangkan untuk penyaluran BLT DD dengan rincian sebagai berikut dalam penyaluran yang ke tiga kalinya ini masih tetap menggunakan jasa Bank Jateng Cabang Cilacap yang pada kesempatan ini mengerahkan semua Teller teller terbaik mereka dan juga security security yang terlatih dan bisa merangkap sebagai teller juga sehingga penyaluran berjalan dengan cepat dan rapi. Pengawal dari Polisi bersenjata lengkap juga masih terus dilakukan selama penyaluran ini, semua untuk keamanan dan kenyamanan semua pihak baik Bank Jateng dan juga Masyarakat Penerima Manfaat.

Ada yang menarik pada penyaluran bantuan kali ini yaitu dari pengamatan mimin ada dua desa yang terpantau mengembangkan Bumdes desa mereka yaitu desa Mrenek dan Desa Karangrena Kec. Maos. Mumdes atau Badan Usaha Milik Desa adalah lembaga yang dikelola atau didirikan oleh desa dan sudah berbadan hukum. Secara sederhana untuk memahami BUMDES, kalau di pusat ada BUMN, di daerah ada BUMD, nah di desa ada BUMDES. BUMDES adalah badan usaha, dengan tujuan mencari keuntungan yang nantinya digunakan sebesar-besarnya untuk kemanfaatan desa dan masyarakat. Kemudian dari mana modal Bumdes tersebut ?, modal Bumdes bisa berasal dar DD, ADD, PADES (Pendapatan asli Desa) perorangan maupun dari pemerintah baik provinsi maupun pusat . . pada tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucurkan dana sebesar Rp. 20.000.000,- untuk Desa desa Merah dan Kuning atau Desa yang Miskin dan berkembang. Dikarenakan wabah dan Pandemi Virus Corona ini maka kebijakan dari provinsi bantuan KETAHANAN MASYARAKAT yang semula bisa digunakan untuk beberapa kegiatan maka pada tahun ini harus digunakan peruntukannya untuk kegiatan Bumdes yang dalam hal ini bantua tersebut digunakan untuk membeli hasil bumi dari masyarakat sekitar dan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga yang murah atau jauh dibawah harga pasar, maksud dari kebijakan tersebut adalah supaya ada kenaikan ekonomi masyarakat dengan terbelinya hasil bumi mereka dan terbantunya masyarakat terdampak wabah ini untuk dapat membeli dengan harga yang murah, kebijakan pemerintah provinsi ini dimanfaatkan oleh pemerintah desa setempat untuk menggerakan Bumdes membantu penerima BLT DD maupun BLT Bansus untuk membelanjakan sedikit dana yang mereka terima untuk digunakan membeli bahan pokok sebagai bagian bertahan atau mempertahankan kesejahteraan seperti sebelum masa pandemi ini.

dokumentasi penyaluran bantuan :